» » NU Menolerir Kegiatan Minta Bantuan di Jalan

NU Menolerir Kegiatan Minta Bantuan di Jalan

Penulis By on Minggu, 30 Desember 2012 | No comments

ORBIT Channel, NGAMPRAH, - Bahsul Masal (pembahasan masalah aktual) di Mukerwil PW Nahdlatul Ulama (NU) Jabar juga mempersoalkan hukum meminta-minta sumbangan di jalan dengan alasan pembangunan sarana ibadah atau pendidikan. NU Jabar masih menolerir meminta bantuan di jalanan asalkan bukan fiktif dan panitia harus terbuka pengelolaan keuangannya.

"Sudah lama terjadi praktik meminta-minta sumbangan untuk sarana ibadah maupun pendidikan. Termasuk adanya upah 20 persen bagi anggota panitia yang meminta-minta sumbangan," kata Ketua Lembaha Bahsul Masail PW NU Jabar, Dr. Mugiyo Nurchalis, Senin (31/12/2012).

Lebih jauh Mugiyo mengatakan, setelah dibahas intensif dengan melibatkan alim ulama kabupaten/kota se-Jabar akhirnya disepakati pengumpulan sumbangan adalah sah. "Meminta sumbangan di jalanan bisa dengan berdiri di tengah atau di pinggir jalan maupun dengan memakai mobil dan pengeras suara lalu berkeliling meminta sumbangan ke masyarakat," ucapnya.

Hanya, NU mengharamkan permintaan sumbangan yang bersifat fiktif karena ternyata tidak ada pesantren atau masjid seperti tertulis dalam spanduk atau proposal. "Haram meminta untuk lembaga fiktif. Sedangkan upah bagi panitia pemungut sumbangan yang rata-rata 20 persen bisa diperkenankan asalkan dikelola terbuka dan dalam proposal disebutkan ada prosentase bagian panitia," katanya. (Red***)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya